Jumat, 10 Mei 2013

puisi yang tak pernah jadi

Tinta hitam itu entah dimana
laksana kapal keram dilautan kertas
ku ganti warna kucari makna
ku ukir namamu namun tak berbekas

wahai kau mendung diantara langit senja
tunjukkan aku jalan yang penuh cerita
tulisan di  usang ini tak pernah berakhir
dimana lagi kan kucari kata yang bisa menyihir

kau wanita anggun, indah seumpama sayap merpati
penuh misteri yang hitamkan putih kertas ini
kata demi kata ku tulis namun tak ada makna yang terlahir
mungkin kau wujud bidadari di negeri akhir
akhir dari sebuah puisi yang tak pernah jadi

Sabtu, 04 Mei 2013

aku hanya lah perindu sepi


aku hanya lah perindu sepi
yang tak bertepian mencari pelabuhan
untuk melepas lelah dengan sebait puisi tanpa arti


senja nanti diujung tepi laut; aku tinggalkan sebingkai senyum, di sebongkah batu datar dengan alas saputangan putih penuh memory


Hai sang pelangi yang sedang berada di tengah lautan biru, aku menulis ini di atas kotak dua rangkai bunga yang diam diam aku beli untuk kita dikala cinta bersemi dulu, goresan tangan ini sengaja ku tulis sebagai isarat bahwa waktu telah merubah segalanya, senja berganti malam, jingga menjadi hitam dan cintapun menjadi dendam.

04 MAY 2013
Bunga dan Pelangi Jingga