Sabtu, 04 Mei 2013

aku hanya lah perindu sepi


aku hanya lah perindu sepi
yang tak bertepian mencari pelabuhan
untuk melepas lelah dengan sebait puisi tanpa arti


senja nanti diujung tepi laut; aku tinggalkan sebingkai senyum, di sebongkah batu datar dengan alas saputangan putih penuh memory


Hai sang pelangi yang sedang berada di tengah lautan biru, aku menulis ini di atas kotak dua rangkai bunga yang diam diam aku beli untuk kita dikala cinta bersemi dulu, goresan tangan ini sengaja ku tulis sebagai isarat bahwa waktu telah merubah segalanya, senja berganti malam, jingga menjadi hitam dan cintapun menjadi dendam.

04 MAY 2013
Bunga dan Pelangi Jingga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar