Desus
suara angin membawaku ke ujung jalan yang mengikat antara senja dan malam
kembali
kulangkahkan kaki pada tubuh waktu yang masih
geram menunggu, juga pada setiap jejak yang telah ku tinggalkan di malam butal
ini
ingatanku
kembali mengingat pada sebatang pohon tua yang masih kokoh berdiri diantara
akar-akar liar
juga
pada bocah kecil bertelanjang dada yang
muram, ketika pejalan subuh berhenti
menapakkan kaki mereka
ah,
malam masih juga sepi; barangkali suara
gagak yang masih riuh menyambut pergantian senja
atau
suara desis ular jalang yang menggema merangkai malam bersama hewan-hewan nakal
kenapa
malamku sunyi mencekam?
Sedang
manusia mengubur diri dibalik dinding kayu, juga diantara deretan pohon yang berjejer mengikuti laju angin yang kalian
sebut; dinding pembatas antara kalian
dan tuhan
medan 09 februari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar