Jumat, 08 Februari 2013

surat terakhir untuk bunga



bungaku


Kepada yang tersayang
bunga
Di :
Lembah curam harapanku

Bungaku
Kuharap sampai detik ini engkau tetap hadir dengan wajah yang bercahaya dengan senyum manis terukir indah di sepasang lesung pipimu. Aku yang terbunuh sepi  hanya bisa menatap mu jauh di sisi gelap hidupku. Sementara jantung ini tetap berdetak, dalam setiap detaknya terpompa 2,5 liter darah, darah yang akan mengukir nama mu dan membawa nya ke hatiku, lalu kesekujur tubuhku hingga segenap jiwaku harus berteriak dan meronta memanggil namamu. Yah, nama wanita yang begitu sempurna bagiku. 

BUNGA, kenangan dan senyum tawamu akan tetap berkobar di hatiku. Yang harus berjuang dalam gelap sepiku, walau engkau harapan hampaku. Dan walaupun kutahu “aku tak dapat melihat seyum polosmu lagi “ karna kau sudah mekar dijambangan orang lain . Bahkan aku harus bersaing dengan malam malam gelapku, dengan hampanya pagiku, sunyinya siangku di kota kenangan ini.

tak banyak yang bisa ku ungkapkan lagi diantara perasaan yang berkecamuk hebat dalam hati ini, muncul sebuah harapan palsu. Dan kuyakin harapan itu telah jelas dibayangan masa depanku, yaitu bayangan senyum dan getaran lembut warna suaramu di kala dulu. Akankah engkau memberikan harapan itu kembali? “entahlah”…….

hamdy hasmin
diciptakan oktober 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar