Kamis, 28 Februari 2013

gadisku dalam tanya ?


BAB I
SEPOTONG CERITA LUCU

Hidupku dihiasi dengan hari-hari yang penuh dengan tawa, malas kuliah, tugas jarang dikerjai, sampai-sampai IP ku sem 2 dulu menyedihkan 1,7 tapi aku tetap optimis kuliah karna bagiku hidup itu tak perlu di sesali karna waktu akan mengajari kita bagaimana untuk dewasa (hahaha sedikit puitis tak apa lah, karna dulunya aku ingin jadi penulis terkenal), usil, hoby menertawai kesalahan kawan di depan umum dengan joke joke gila, suka mempermainkan hati wanita (padahal muka pas-pas-an hahahaaa), tapi selalu di kangenin, begitulah kawan-kawanku mendeskripsikan diriku.
sahabat karib ku (orang2 menyangka kami selalu pacaran dari dulunya)
aku terpakasa kuliah di kota medan karna di paksa orangtuaku, kelak kota ini lah yang mengajari dan memberiku seribu satu kisah di akhir cerita nanti. padahal jauh-jauh hari aku tak pernah mau kuliah di kota ini, mendengar namanya saja aku sudah muak kala itu. namun apa harus dikata, disini lah semua cerita dan kisah ini di mulai.

di cerita ku kali ini, aku tak banyak menceritakan kisah-kisah gila ku seperti cerita-cerita sebelumnya, tapi cerita kali ini tentang seorang gadis yang memberiku seribu cerita dalam perjalanan waktuku. yaa dia lah wanita yang selalu ku sebut BUNGA dalam setiap bait-bait puisi yang ku tulis dari dulu.
sma dulu (tembem)
perkenalan pertamaku dengan nya biasa-biasa saja hahahaha nothing special lah. saat kuliah mau di mulai di semester 5 setelah lebaran tiba-tiba saudaraku datang ke kos untuk menyuruh mengambil kereta yang kutitipkan di rumahnya dan membawa seorang gadis kala itu. siapa sangka gadis itulah nanti yang membuat cerita ini penuh bait-bait penuh warna, siapakah wanita itu sapaku dalam hati?. mungkin saja selingkuhan2 baru nya, tapi aku berdiam diri saja. karna tak mungkin ku tanya kala itu.

saat itu tak terlalu ku perhatikan wajahnya, karna sekilas kuliat wajahnya terliat biasa-biasa saja. tak ada yang membuatku tertarik sedikitpun. hanya yang kuliat dan kuingat  ketika itu hanya pipi tembemnya dan dia memakai jilbab dengan penampilan yang anak desa sekali, aaaaah gadis ini sama sekali tak menarik batinku berkata. kenapa saudara ku mau pacaran sama dia ya?, ku kenang kala itu. sudahlah itu bukan urusan ku pintasku dalam hati. sebuah perkenalan yang sangat tak berkesan bagiku dengan gadis itu. tapi nantinya aku harus menjilati ludahku sendiri karna diakhir cerita nanti aku sangat mencintainya dan menyayanginya layaknya seperti adek ku sendiri. cinta memang penuh misteri, hahahahahaha.


BAB II
FIRST DATE

Hari berlalu dan minggupun berganti, ntah apa yang terjadi saat itu, aku tak menyadari,  aku  sedang chat di facebook dengan gadis yang ku ejek-ejek di cerita di bab 1 tadi , lantas ku sapa dia dengan ramah, dan tak kusangka dia gadis yang sangat ramah, terliat dengan jawabannya membalas pertanyaan-pertanyaan chat ku di FB , aku pun ingin mengajaknya double date , eeeh tp dia berkata sudah putus dengan saudaraku, dan saat dia memberi tau dia jurusan bahasa Jerman dan kuliah di unimed juga, aku sedikit tertarik, ntah apa yang membuatku gila kala itu, aku langsung saja minta no hp nya blak-blakan, dan dia pun memberikan nya, gadis ini lugu sekali sapa ku dalam hati, padahal aku cuma iseng-iseng berhadiah saja kala meminta nomornya , hahahahaha.

saat itu aku masih semester 5, merupakam semester yang paling membunuhku  karna begitu banyak tugas kuliah. aku dan dia mulai akrab melalu pesan singkat. dengan penuh gentle aku mengajaknya jalan2 dan dia menerima ajakanku. jumpalah aku dengan gadis polos itu , padahal saat itu aku sudah lupa dengan wajahnya hehehehe. saat jumpa  yang ku ingat dia memakai jilbab dan pakaian yang rapi seperti mau kondangan, dalam hatiku berkata , anak ini mau kemana ya, cuma jalan-jalan aja kok rapi sekali ya, pintasku dalam hati. hahahahaha.

Aku masih sangat ingat ketika aku pertama kali jalan dengan nya, yaitu tanggal 28 Oktober 2010 karna besoknya aku pergi ke parapat sebagai panitia inagurasi adek kelas ku, sehingga aku mengajaknya jalan-jalan ke mall untuk membeli perbekalanku selama di parapat. sebelum ke sana kami pergi mengantar tugas untuk kawan dulu .

saat itu gerimis menghiasi saat pertama aku jalan dengan gadis polos itu, masih ku ingat betul, yang mana gerimis dan hujan lah yang selalu hadir setiap aku selalu jalan dengannya di hari-hari selanjutnya. hehehehe aku tak tahu mengapa demikian, makanya sekarang di saat hujan turun, aku selalu teringat kepadanya. hujan adalah cara ku mengingat kenangan bersama nya sampai saat ini. hahahahaaaa. putri hujan kali yaaaa.

BAB III
ADA GETARAN WARNA HATIKU

Setiap aku jalan dengan nya setiap itu pula aku membohongi pacarku, pernah suatu ketika dia bertanya padaku, gini kutipannya yang masih ku ingat

"bang kita kok sering kali jalan, hampir tiap malam? apa gak marah nanti pacar abg? " tanyanya padaku .

ku jawab saja aku gak punya pacar , hohoho. dasar cowok pembohong aku dulunya.

trus dengan nada pelan di jawab nya lagi,
ah yang benar, nanti hilang pacarnya.?
dulunya ku panggil dora hahaha
ternyata nantinya ucapannya itu betul-betul nyata, aku betul-betul kehilangan pacarku. pacarku kala itu meninggalkan aku dan pergi bersama cowok lain, sakit sekali rasanya, pengen mati aja rasanya dulu, sakit bos, sakit kali, aku dulu sampai nangis-nangis dan satu bulan aku gak selera makan dan sering menangis sendiri dikamar. huaaaaaaaa :'(

pacarku dulu yang meninggalkan aku (nisa)
carita pacarku itu nanti saja, terlalu dini untuk menceritakannya di bab III ini. kembali ke awal tadi. suatu ketika disaat kami sedang jalan-jalan hujan turun dengan lebatnya, dan berteduhlah di suatu tempat. aku merasa bersalah sekali kala itu. karena ku pandangi wajahnya yang penuh tetesan air hujan dan rambut hitamnya yang basah kuyup seraya terurai indah di hembus angin malam , membuatku terharu apalagi hari sudah larut malam, sebentar lagi gerbang kost nya akan di tutup, tapi hujan tak kunjung reda juga.

ku tatap dia dengan penuh perasaan, dalam hatiku berkata, alangkah manisnya dia ku liat malam ini. ku belai rambut hitamnya sembari ku cium wangi shampo pada rambutnya membuat hatiku tak dapat berdusta , bahwa ada getaran yang lain kurasakan kala itu, di situlah awal aku memendam perasaan padanya, yang tak pernah ku utarakan hingga setahun kemudian, sungguh tragis sekali HAHAHAHAAHAAA.


BAB IV nya masih di buku harian ku kawan-kawan, belum sepat ku masukkan semuanya, maklum lagi sibuk skripsi heheheheheh


1 komentar:

  1. waww... menarik sekali...
    segera disambung ke bab IV ny donggg... heheee

    BalasHapus